Jumat, 01 Agustus 2014

KETEMU MANTAN...

Lebaran identik dengan Silaturahmi, dimana kita bisa bertemu dan berkumpul kembali dengan saudara jauh yang sebelumnya jarang bertemu karena kesibukan masing-masing. Ada yang sibuk kerja, ada yang sibuk cari jodoh, Ada juga yang kerjaannya nyari kerja. Memang cukup menyenangkan jika kita bertemu dengan orang-orang yang tlah lama tidak kita jumpai. Tapi tidak dengan gua, karena ada beberapa yang tidak ingin gua jumpai dan gua lihat meski sebatas batang hidungnya. Misalnya Kuntilanak Belah Tengah, Tuyul Rebondingan dan setan-setan lain yang dandan sok imut di hari lebaran. Namanya juga setan, meski perawatan atau pake baju baru saat lebaran tetep aja gak bakal keliatan lucu & imut. Dan gua sebel banget ama yang kayak gitu. Udah keliatan gak pantes tapi dipantes2in. Apalagi ama yg namanya Kuntilanak, baju baru saat lebaran ehh malah dipake naik pohon malem2. Emang kalian pernah Nongkrong diatas pohon malem-malem? Susana lho pernah.

Skip bahas soal Setan, karena ini bukan postingan horor. Tapi ngomong-ngomong soal setan, ada lho yang jauh super duper lebih serem dari setan, yaitu Mantan, M A N T A N, Mantan. Mantan emang serem, bukan gue melebih-lebihkan tapi serius mantan gue serem banget. Kalo gak percaya, coba kita jadian trus kita putus. Kalo kamu jdi mantanku, gua jamin kamu jadi serem.

Serem memang identik dengan wajah atau penampilan. Tapi tidak dengan mantan, banyak hal yang membuat dia terlihat serem. Seremnya mantan tidak secara visual/pengelihatan tapi secara perasaan. Iya perasaan. Dan yang pasti ketakutan karena perasaan dampaknya lebih menyeramkan daripada ketakutan karena visual. Kalo bayangan Setan mah masih bisa hilang kalo di bacaain Ayat Kursi, tapi bayangan Mantan gak bakal bisa hilang meski dilempar Kursi. Camkan itu kisanak.

Lebaran tahun ini, lagi-lagi gua merasakan hal yang sangat tidak gua inginkan. Bukan ditanyain "Kapan Kawin" karena bagi gua pertanyaan itu terlalu mainstream. Tapi yang gua takutin adalah ketemu Mantan, iya Mantan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, gua tak lupa silaturahmi kerumah teman lama. Sekedar ngasih tau yaa, rumah temen gue ini satu komplek ama rumah mantan gue. Jadi kalo gua lagi Apes atau belum Mandi Junub setelah mimpi semalem pasti gua ketemu dia kalo maen kesini. Padahal rumahnya lumayan jauh, Rumah temen gua No 89A, mantan gua No 87A.

Waktu itu gua lagi asik nyemilin suguhan lebaran, mulai dari Coklat, Nastar, Emping ampe kacang, Tapi kacangnya kacang panjang, waktu gua tanya kenapa Kok yang disuguhin kacang gituan tapi dengan entengnya temen gua ngejawab "Yang Penting kan Kacang sob". Gua manggut-manggut sambil lancut nyemilin tuh kacang panjang. Tak lama kemudian, tercium aroma seseorang yang tak asing buatku, aroma yang dulu pernah kurindu, aroma yang dulu mampu membuatku menangis tersedu-sedu. Semakin lama aroma itu semakin mendekat hingga tanpa kusadari diriku terhipnotis, mataku terpejam, kepalaku menoleh kearahnya dan saat kubuka mata aku melihat sosoknya. Hampir tak bisa nafas aku dibuatnya, aku hanya terpaku, bibirku mengangah, mataku melotot, dan ntah berapa liter sudah air liurku yang menetes dilantai. Aku baru sadar saat ada tangan menepuk pundakku. Dan itu adalah tangan Mantanku.

Dia tersenyum jijik melihat tingkahku, dan buru-buru minta ijin ke kamar kecil yang sepertinya mau muntah. Selang beberapa menit kemudian dia balik dari belakang. Gua lihat resleting celananya ternyata masih terbuka. karena gua kira dia lagi kepanasan, jadi gak gue ingetin buat nutup tuh resleting, siapa tau dia emang sengaja. Gua persilahkan dia duduk disebelah gua meski sebenernya grogi melanda. Biar terlihat keren, gua persilahkan dia mencicipi suguhan yang ada. Niatnya sih biar gua terlihat seperti tuan rumah meski gua tau dia gak bakal percaya.

Seperti dahulu, saat bersama dia gua merasa dunia milik kita berdua, bahkan temen gua selaku tuan rumah gua anggap seperti Rengginang di toples khong guan. lama kita sama2 terdiam, hanya suara emping yang terkunyah di mulut sebagai back sound pertemuan kita. Tapi bagi gua, suara emping tersebut terdengar seperti lagu Band PADI yang liriknya "Engkau seperti kekasihku yang dulu". Namun sebagai cowok yang gentlement, gua ajak bicara dia duluan. Gua tanya ke dia Piye Kabare?? Enak jamanku toh. Dia menjawab tanpa kata, tapi dengan lemparan Toples Nastar ke Kepala. Dan hampir setiap pertanyaan yang gua ajukan dia jawab dengan cara yang sama. Gua gak marah karena mungkin itu tanda dia masih sayang dan gemes ama gua. 

Yang membuat gua heran, saat gua lihat dan perhatikan wajah mantan gua baik-baik,wajahnya kok mirip Pacar gua dulu ya. Mungkin gua salah, mungkin itu hanya tipuan mata semata. Dan disela-sela kita berbincang, Handphone gua disaku sebelah kiri berdering tanda ada telpon masuk. Saat gua angkat ternyata saudara gua dari Belanda minta tolong di jemput di Stasiun karena dia mudik ke Surabaya Naik Kereta. Tanpa pikir panjang gua pamit untuk pulang duluan. Dengan senyum termanis gua tinggalkan mantan, diapun membalas dengan senyum sambil merem dalam keadaan Resleting celananya yang masih terbuka. Tak lupa gua bawa satu toples Nastar buat kenang2an untuk dibawa pulang kerumah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya